Kok Gini Sih!? Xiaomi 11T Pro Pakai Chipset Super Ngebut Tapi Kurang Greget


 Xiaomi baru saja meluncurkan smartphone varian terbaru di kelas flagship yaitu Xiaomi 11T dan Xiaomi 11T Pro. Masing-masing dibanderol dengan harga 6 jutaan untuk versi reguler dan 7 jutaan untuk versi Pro. 

Kedua smartphone ini adalah penerus dari Xiaomi Mi 10T Series yang rilis tahun lalu yang mana Mi 10T Series ini sangat recommended untuk kelas harganya, bahkan sampai sekarang rasanya masih worth it banget seri yang satu ini. 

Nah lalu bagaimana dengan penerusnya Xiaomi 11T Series ini, apakah  seri ini lebih bagus atau malah sebaliknya? Mari kita bahas. 

Oh ya, tapi kali ini kami akan membahas yang varian Pro-nya saja terlebih dahulu ya, untuk versi reguler akan menyusul di pembahasan berikutnya. 

Berikut spesifikasi singkat Xiaomi 11T Pro


  • Chipset Snapdragon 888 5G
  • RAM 8GB dan 12GB
  • Storage 128GB dan 256GB
  • Android 11, MIUI 12.5 
  • Layar 6,67" AMOLED, 120Hz
  • Proteksi Corning Gorilla Glass victus
  • Kamera Belakang 108MP + 8MP + 5MP
  • Kamera depan 16MP
  • NFC
  • IP53 Dust & Water Resistance
  • Baterai  5000 mah 
  • Fast charging 120W 

Oke, Secara spesifikasi yang ditawarkan diatas kertas Xiaomi 11T Pro ini tampak gahar dengan chipset Snapdragon 888 yang menjadi otak dan performanya. 

Kita tahu lah ya kalau chipset Snapdragon 888 itu adalah salah satu chipset terkuatnya Qualcomm saat ini, namun cukup mengejutkan dan terasa aneh bagi kami karena Xiaomi seperti menahan agar performa dari chipset ini tidak dikeluarkan secara optimal. Kenapa kok bisa seperti itu? 

Yang aneh dari Xiaomi 11T Pro


Sebagai smartphone yang menggunakan chipset Snapdragon 888 seharusnya performa adalah hal utama yang menjadi andalannya, namun yang dilakuan Xiaomi kali ini agak sedikit aneh sih buat kami, seharusnya dengan chipset Snapdragon 888 itu secara normal biasanya skor antutu yang dihasilkan bisa mencapai 750.000 sampai 800.000+ ya, sedangkan di Xiaomi 11T Pro ini cuma bisa mendapatkan skor 600 ribuan saja, ini jauh banget dari performa yang seharusnya. 

Ya mungkin saja Xiaomi merasa risih dengan pengalaman issue overheat di Xiaomi Mi 11 yang juga menggunakan Snapdragon 888 ini, jadi seperti tidak ingin isu itu terulang kembali akhirnya performa Snapdragon 888 di Xiaomi 11 T Pro kali ini ditahan agar tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya supaya panasnya tidak berlebihan.

Tapi kalau benar itu alasannya kenapa tidak pakai Snapdragon 870 saja yang secara performa juga kencang dan adem. 

Selain soal performa tadi, alasan berikutnya yang juga membuat Xiaomi 11T Pro berasa kurang greget ada pada bagian kameranya. 

Meskipun dia juga menggunakan sensor yang besar berukuran 108MP sama seperti Mi 10T Pro, tapi kok di Xiaomi 11T Pro ini salah satu fitur penting yang harusnya ada di kelas flagship malah tidak ada lagi, yaitu OIS (Optical Image Stabilization) tidak dipakai lagi di kameranya ini, padahal Mi 10T Pro saja sudah pakai. 

Tapi meskipun tidak pakai OIS dia tetap disediakan fitur ultra stady yang juga berfungsi meminimalisir getaran di video yang diakibatkan guncangan saat merekam, hasilnya juga sudah bagus tapi tentunya tidak sebagus OIS ya dalam menghandel masalah guncangan. 

Selian itu kamera pendukung lainnya secara resolusi juga sedikit dipangkas, seperti kamera ultrawide di Xiaomi 11T Pro ini beresolusi 8MP sedangkan di seri Mi 10T Pro  kamera ultrawide nya 13MP. Kamera depannya juga, di Xiaomi 11T Pro beresolusi 16MP sedangkan di Mi 10T Pro pakai 20MP. Jadi berasa downgrade gitu. 

Keunggulan Xiaomi 11T Pro


Yang membuat Xiaomi 11T Pro ini lebih unggul justru ada pada bagian chargernya yang sudah support hingga 120W fast charging, ini kencang banget, ngecas baterai 5000 mAh di hp ini dari 0 sampai 100 persen itu cuma perlu waktu sekitar 17 menit saja. 

Chargernya bisa sekencang itu karena Xiaomi menggunakan dual sel pada baterainya, jadi arus yang masuk terbagi menjadi dua. Selain lebih aman dia juga lebih cepat terisi nya. 

Selain itu ketahanan baterainya juga sudah mendapat sertifikasi TUV Rheinland safe fast chagre system yang mana mereka ada mengkalim bahwa kualitas baterainya ini hanya akan turun ke 80% saja setelah dicas sebanyak 800 kali. Artinya jika ngecasnya satu hari sekali, berarti 800 kali ngecas itu sekitar 2 tahun lebih. 

Tapi yang perlu dicatat adalah simulasi itu valid jika suhu smartphone saat ngecas itu ada di 25°C, dan untuk wilayah Indonesia yang notabene nya memiliki udara yang panas ini kemungkinan untuk mendapatkan suhu smartphone di 25°C saat ngecas itu rada sulitnya. 
Jadi kalau suhunya ada di atas 25°C saat ngecas, dalam dua tahun ke depan kualitas baterainya kemungkinan ada di bawah 80%, mungkin sekitar 70%. 

Di bagian lainnya yang membuat Xiaomi 11T Pro terasa lebih premium ada pada bagian layarnya yang sudah dilapisi dengan kaca Gorilla Glass Victus yang mana ini adalah kaca terbaik dan terkuat saat ini. 

Dan di bagian output suara atau speaker juga sudah sangat bagus karena Xiaomi 11T Pro ini menggunakan dual speaker dari Harman Kardon dan juga support Dolby Atmos, mantap sih ini!

Sedangkan untuk fitur-fitur lain kami rasa masih berimbang dengan seri Mi 10T Pro. 

Jadi kesimpulannya, cukup disayangkan Xiaomi 11 T Pro ini malah didesain untuk tidak mengeluarkan performa Snapdragon 888 secara optimal, padahal ini salah satu nilai jual dari HP ini. 

Pas orang lihat chipset nya Snapdragon 888 dan harganya 7 jutaan, kesan pertama orang pasti akan berkata wow. Tapi setelah tahu ternyata performanya tidak bisa dikeluarkan secara maksimal mungkin akan sedikit kecewa. 

Ditambah lagi di bagian kameranya tadi yang sudah tidak disediakan OIS lagi, tambah turun dah ekspektasinya. 

Jika saja Xiaomi tidak menahan performa Snapdragon 888 nya ini akan lebih menarik lagi HP ini. 

Ady Kusanto

Menuangkan ide dan pengalaman dalam bentuk tulisan adalah hal yang menyenangkan

Post a Comment

Komentar anda sangat kami butuhkan demi berkembangnya blog atau website ini. Silahkan berkomentar di kolom yang telah di sediakan. Terima kasih sudah berkunjung.

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال