Sudah tahu belum informasi tentang rencana pemerintah untuk mematikan saluran TV analog di Indonesia di tahun 2022? Yang artinya TV jadul atau TV yang masih menggunakan sistem analog yang beredar di Indonesia tahun depan tidak akan bisa menangkap siaran TV lagi. Dan itu bagus! Kok gitu?
Di sini saya akan ceritakan kenapa topik ini lumayan hot dalam 2 tahun terakhir, jika kalian sering membaca berita, mungkin kabar ini sudah tidak asing lagi ditelinga kalian.
Tapi buat kalian yang baru tahu kabar ini sebaiknya anda baca tulisan ini hingga selesai biar paham kenapa beberapa jenis TV tersebut tidak bisa digunakan lagi. Jangan sampai tiba-tiba TV di rumah anda tidak bisa digunakan dan anda masih belum mengerti apa-apa tentang hal ini.
Pemerintah pun sebenarnya sudah mulai gencar melakukan sosialisasi soal ini, sampai mereka menggandeng Raffi Ahmad untuk menjelaskannya. Ya Anda tahu bahwa jika pemerintah mengajak seorang Raffi kolaborasi untuk sebuah hal, maka urusan itu tidak bisa dipandang sebelah mata lagi.
Nah sebelum saya jelaskan lebih lanjut soal kebijakan yang bakal bikin TV analog ini mati, Anda harus tahu dulu soal cara kerja TV dalam menangkap sinyal. Jadi, TV yang ada di pasaran saat ini terbagi menjadi dua jenis TV, yaitu TV analog dan TV digital.
Perbedaan TV analog dengan TV digital
TV analog itu adalah TV yang datanya diambil dari gelombang FM radio yang bentuknya itu naik turun makanya dikasih nama TV analog.
Cara kerjanya adalah sinyal akan ditangkap oleh antena lalu disalurkan ke dalam tuner yang ada di dalam TV, terus tuner yang ada di dalam TV tersebut akan menerjemahkan gelombang analog tadi ke dalam bentuk suara dan gambar. Simpel nya seperti itu.
Kelemahan dari sistem analog ini karena sinyalnya itu berupa gelombang maka mudah terkena gangguan seperti misalkan jangkauan yang terlalu jauh atau pas lagi hujan, badai petir lah yang membuat kualitas siaran TV kita jadi mudah terganggu berakibat gambar yang tidak jernih seperti kaya ada semut-semut gitu dan suara kresek-kresek. Anda pasti pernah ngalamin hal ini kan?
Sementara untuk TV digital bentuk datanya itu bukan gelombang naik turun tapi rangkaian angka 0 dan 1. Jadi di tengah perjalanan bentuk datanya itu tidak bakal berubah alias stabil, jadi gambar dan suara yang diterjemahkan juga lebih jernih dan minim gangguan.
Tapi walaupun jenis sinyal dari kedua jenis TV ini beda, TV analog maupun TV digital itu tetap bisa menggunakan antena yang sama buat menangkap sinyal. Jadi antena yang dipakai untuk TV analog juga bisa digunakan menangkap sinyal digital, tidak usah dikhawatirkan soal ini. Yang harus anda perhatikan itu justru tuner yang ada di dalam TV nya, disini masalah utamanya.
TV analog tunernya cuma bisa menerjemahkan sinyal analog jadi gambar dan suara, kalau dia dikasih sinya digital tunernya sama sekali tidak ngerti, jadi blank.
Sedangkan kalu tuner digital dia bisa menerjemahkan sinyal digital dan juga sinyal analog. Jadi itu perberdaan yang paling mendasar antara TV analog dengan TV digital, kemampuan dan cara menerjemakan sinyalnya.
Ciri khas siaran digital itu tidak bakal ada yang namanya gambar burem seperti banyak semut gitu atau suara yang kresek-kresek, jika sinyal digitalnya ada pasti gambar dan suara yang dihasilkan itu bersih, resolusinya juga bisa Full HD lagi.
Kelemahan TV digital itu kalau sinyal nya lemah dan sudah melewati batas toleransi, maka TV tidak bakal menayangkan suara dan gambar sedikitpun, jika sinyal nya ada ya gambarnya langsung bagus, kalau tidak ada maka langsung tidak ada gambar dan suara, sifatnya digital banget.
Cara cek jenis TV analog atau TV digital
Nah kalau Anda ingin memastikan jenis TV yang anda punya sekarang ini jenis digital atau analog, coba ambil remote Anda terus coba main-mainkan menunya, ada pilihan buat catatan channel digital atau tidak. Karena kita tidak bisa cuma melihat bentuk fisiknya saja.
Soalnya ada yang bilang kalau TV tabung pasti analog, kalau bentuk TV flat pasti digital. Ya belum tentu! Banyak TV flat yang beredar saat ini masih menggunakan analog.
Anda juga tidak bisa langsung menilai jika siaran TV nya burem dan suara kresek-kresek itu pasti TV analog, belum tentu juga! Bisa jadi itu adalah TV digital yang nangkap sinyal analog. Karena seperti yang telah saya dijelaskan di atas tadi bahwa TV digital juga dapat menangkap sinyal analog. Jadi sekali lagi anda bisa pastikan di bagian menunya.
Kapan TV analog tidak bisa digunakan lagi di Indonesia?
Kembali lagi ke inti dari pembahasan kali ini yang mana mulai tahun depan siaran analog bakal dimatikan secara bertahap dimulai dari tanggal 30 April 2022 sampai target mati total di tanggal 2 November 2022.
Program pemerintah ini dikasih nama ASO (Analog Switch Off). Sebenarnya rencana awal pemerintah untuk mematikan TV analog ini dijadwalkan mulai tangga 17 Agustus 2021 yang lalu, tapi malah tertunda karena lagi fokus pandemi.
Selain itu mungkin saja kominfo juga sedang membangun kesiapan teknis pemangku kepentingan, seperti orang-orang televisi atau siapa pun itu, saya nggak tahu. Yang intinya penundaan itu pasti ada sebabnya.
Kita tunggu saja nanti pada tanggal 30 April 2022 apakah program ini bakal bisa mulai direalisasikan atau malah tertunda lagi.
Kita harapkan progam ini bisa secepatnya terealisasikan karena kita sudah cukup jauh tertinggal dengan negara-negara maju lainnya soal teknologi TV digital ini.
Contohnya negara Jerman sudah dari tahun 2003 mematikan semua TV analog dan mulai menggunakan TV digital, Inggris sejak 2005, Prancis dan Amerika sejak 2010, dan Malaysia dan Singapura yang bersebelahan dengan negara kita sudah kelar sejak 2019.
Untuk sekarang siaran TV di Indonesia masih masa transisi, ya sinyal analog masih memancar sejak 60 tahun lalu sampai sekarang masih ada, dan sinyal digital juga sudah mulai diperkenalkan sejak tahun 2008 lalu.
Dari tahun sekarang stasiun TV besar di Indonesia rata-rata sudah ada digitalnya, kalau pengen cek siaran digital apa yang saja yang jalan di tempat kita bisa cek saja pakai aplikasi di HP.
Sekarang kedua sinyal tersebut masih jalan bareng biar orang bisa membiasakan penggunaan TV digital kedepannya nanti.
Lah sekarang pertanyaannya kenapa tidak seperti ini saja terus, analog dan digital terus memancar sama-sama? Bagi yang sudah memiliki TV digital ya bagus dapat menampilkan gambar nya jernih, dan yang masih pakai TV analog ya juga tetap aman kan, kenapa mesti dimatikan?
Begini, Sebenarnya kondisi penyiaran kita di Indonesia ini sedang tidak baik-baik saja! Saya tidak sedang membicarakan soal kualitas acaranya ya, tapi soal kepadatan spektrum radionya, jalur sinyal analog itu boros banget dan makan biaya yang besar.
Satu siaran analog pakai spektrum yang lebarnya 8 MHz itu cuma buat 1 channel saja, sementara untuk siaran digital 8 MHz itu bisa dipakai untuk 12 program secara bersamaan, jauh banget kan bedanya? Digital lebih efisien dan hemat.
Dan saking padatnya pita frekuensi di Indonesia, saat membutuhkan jalur frekuensi baru susah nyarinya. Ibarat perjalanan, seperti jalanan di ibu kota macet bukan karena orangnya kebanyakan atau jalan nya kecil, tapi mobilnya kebanyakan. Coba kalau misalkan 1 mobil diisi 12 orang, atau semua orang mau naik bus maka kepadatan kendaraan di jalan tentu akan berkurang dan jalanan akan menjadi lebih lengang, mau orangnya banyak pun akan tetap lancar.
Spektrum radio juga begitu, kalau sinyal analog dihilangkan maka ruangnya bakal menjadi lebih lega dan frekuensi yang nganggur itu bisa dipakai buat manfaat lain seperti meningkatkan kualitas layanan internet, jangkauan juga bisa lebih merata, frekuensi sinyal 5G juga bisa lebih fleksibel bisa lebih cepat kebukanya, dan ekonomi digital lebih berkembang di zaman internet.
Sayang banget kalau spektrum frekuensi kita banyak terpakai oleh pihak analog, mending TV digital saja.
Buat Anda yang berencana beli TV jadi pastikan pilihnya TV digital. Rata-rata TV baru sekarang udah pada support digital dan harganya murah-murah kok.
Tapi buat Anda yang sekarang posisinya masih punya TV analog dan tidak berencana beli TV baru ya tidak usah panik juga, saya udah bilang kan kalau sebenarnya beda yang paling mendasar antara TV analog sama TV digital itu ada di kemampuan tunernya buat nerjemahin sinyal, kalau analog tidak bisa menerjemahkan sinyal digital , tinggal belikan tuner tambahan. Nama alatnya setup box, harganya sekitar 100 ribuan, mau merek apa saja bebas yang penting ada label DVB-T2 nya, ini adalah label standar digital.
Alat ini berfungsi menangkap sinyal digital yang akan disalurkan ke TV anda, caranya tinggal colokin saja antena lama dan kabel HDMI TV lama kita ke perangkat tersebut untuk menampilkan suara dan gambar di TV analog Anda.
Oh ya katanya pemerintah juga bakal menyediakan 7 juta setup box buat keluarga yang tidak mampu, ya jadi semoga ini bisa membantu yang tv-nya masih analog tapi berasa berat banget kalau mau beli alat setup box ini, apalagi beli TV baru. Karena ya pasti masih banyak orang yang mau keluar uang Rp 100ribu-200ribu Itu berasa berat banget.
Jadi kebijakan ini sudah sepatutnya kita dukung, sudah saatnya Indonesia melangkah maju.
Nah semoga penjelasan kami di artikel ini bisa membuat Anda lebih mengerti dan lebih siap lagi buat tahun depan, semoga anda tidak panik kalau misalkan tv di rumah tidak bisa buka siaran TV lagi, karena sudah tahu informasi mengenai hal ini.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini hingga selesai, dan silahkan share kepada teman-teman Anda di media sosial. Semoga bermanfaat.