Kenapa Jack Audio 3.5 mm di Smartphone Flagship Dihilangkan? Ini Alasannya

Kenapa Jack Audio 3.5 mm di Smartphone Flagship Dihilangkan

Mungkin banyak diantara kalian yang bertanya-tanya kenapa sih Jack audio 3.5 mm di smartphone flagship dihilangkan? 

Sebenarnya ini tidak hanya terjadi pada smartphone kelas atas saja, kelas menengah pun sudah mulai menghilangkan jack audio ini, seperti Xiaomi Mi 11 Lite yang sedang saya pakai saat ini.

Oke, untuk jawaban dari pertanyaan ini sendiri sebenanrnya tidak ada jawaban yang tepat banget ya, ada banyak faktor yang membuat para brand smartphone memutuskan untuk menghilang Jack audio 3.5 mm ini pada smartphone kelas atasnya. 

Disini kita akan bahas secara teknis dan kemungkinan lainnya yang membuat hal tersebut terjadi. 

6 Alasan Kenapa Jack Audio 3.5 mm di Smartphone Flagship Dihilangkan


1. Untuk Mengecilkan dan Merampingkan Body Smartphone


Komponen Jack audio 3.5 mm itu cukup besar ya sebetulnya, colokannya juga lumayan dalam kan, untuk handphone jaman sekarang keberadaan Jack audio ini cukup memakan tempat sehingga akan sulit untuk menambahkan fitur-fitur penting lainnya yang juga membutuhkan ruang. 

Smartphone flagship itu harus memiliki fitur-fitur yang banyak dan bagus, maka dia juga membutuhkan ruang yang lebih luas agar fitur-fitur tersebut bisa diaplikasikan, namun juga tetap mengedepankan bobot dan ukuran smartphone. 

Contohnya, untuk menempatkan speaker yang berukuran lebih besar agar suara yang dihasilkan juga lebih bagus, maka tempat yang tadinya buat Jack audio bisa dipakai untuk speaker yang lebih besar tersebut. 

Selain itu teknologi charger yang super cepat misalkan 120W itu juga komponennya besar jadi perlu ruang yang besar pula di bagian bawah handphone itu. 

Bisa juga tuh tempat buat jack audio tadi dijadikan sebagai microfone tambahan, karena kan smartphone kelas atas itu kualitas fitur secara keseluruhan itu harus merata seperti salah satunya kualitas microfone. Untuk menghasilkan suara yang bagus dan kencang tidak cukup hanya dengan satu mikrofone saja, minimal dua microfone. 

Karena microfone yang diperlukan lebih banyak maka ruang untuk penempatan microfone juga lebih luas, maka salah satu satu fitur yang dikorbankan adalah jack audio. 

Intinya, selain untuk maramping body smartphone, dengan menghilangkan jack audio ini juga akan lebih mudah menaruh komponen-komponen yang lebih penting buat smartphone yang makin kekinian.

2. Mengurangi Kemungkinan Masuknya Air Ke Dalam Smartphone 


Meskipun rata-rata smarphone flagship saat ini sudah mendapatkan sertifikat IP Rating Dust dan Water Resistance (tahan debu dan tahan air), tapi kalau air masuk kedalam lubang jack audio terus dicolok pakai jack audio maka masalah air masuk ke dalam body smartphone akan lebih berpotensi. 

Jadi dengan mengilangkan jack audio ini juga bisa meningkatkan keamanan smartphone dari kemungkinan kemasukan air. 

3. Agar Dapat Menggunakan Digital Analog Converter (DAC) Sendiri


Alasannya ini kami dapat dari pihak Samsung sendiri, salah satu penyebab dari handphone flagship tidak pakai jack audio 3,5 mm itu adalah agar penggunanya itu bisa pakai DAC atau Digital Analog Coverter-nya sendiri supaya audionya tidak terganggu oleh DAC dari smartphone.

Ini mungkin yang membuat smartphone juga selalu butuh adapter type C ke 3.5 mm yang ada DAC nya, kan tidak bisa pakai adaptor biasa. 

Tapi ini valid untuk yang audiofil banget, terus yang pakai smartphone kelas atas banget, seperti Samsung ini yang memang dia sudah menghilangkan jack audia 3.5 mm dari smartphone kelas atasnya.

4. Karena Sudah Banyak Yang Menjual Adaptor dan Earphone Type C 


Ok lanjut lagi ke alasan lain yang membuat produsen merasa aman-aman saja membuang Jack 3.5 mm itu adalah mungkin karena sudah banyak yang menjual adaptornya di pasaran, bahkan microfone dan earphone yang pakai type C itu sudah banyak banget.

Jadi kalau kita masih butuh headphone atau earphone jack yang lama  ya udah tinggal pakai adapternya saja. 

5. Karena Sudah Banyak Yang Menjual Earphone dan Headphone Berbasis Bluetooth


Alasan lainnya mungkin juga karena saat ini sudah sangat banyak earphone dan headphone berbasis beluetooth, TWS sudah sangat banyak di pasaran, bentuknya bervariasi dan semakin digemari, memakainya juga simple gak ribet karena tidak ada kabel yang nyangkut-nyangkut, praktis.

Mungkin yang agak sedikit repot itu pas lagi butuh mau pakai ternyata baterainya habis, mesti dicas dulu. Tapi kalau sudah terbiasa rasanya lebih enak ngecas ketimbang mengulung-gulung kabel. 

Hal ini juga yang membuat produsen hp ikut-ikutan jualan solusi TWS. Seperti Xiaomi jualan TWS nggak? jualan!, Samsung juga, apalagi Iphone. 

6. Karena Pengguna Sudah Terbiasa dan Menerima Keadaan Tersebut


Ini versi yang terakhir dan yang paling menarik. Nah buat kalian yang merasa semua alasan diatas tadi kurang memuaskan, sekarang coba perhatikan penjualan smartpone kelas atas yang tidak ada jack audio 3.5 mm tersebut, seperti Iphone, Samsung kelas atas, dan juga flagship Xiaomi

Perhatikan penjualan mereka, apakah penjualan produk mereka menurun atau malah meningkat? Ya faktanya meningkat! 

Artinya orang sudah mulai terbiasa dan mulai menerima keadaan tersebut. Kebalikannya, seperti smartphone kelas atas lainnya yang masih pakai jack audio 3.5 mm seperti Asus ROG Phone dan lainnya apakah mereka bisa mendobrak pasar, kenyataannya tidak, penjualan mereka masih kalah dengan produk tanpa jack audio seperti Iphone tadi. 

Jadi sebenarnya hilangnya jack audio 3,5 mm itu bukan suatu masalah besar, apalagi di jaman sekarang ini yang sudah banyak banget solusi TWS dan earphone berbasis bluetooth. 

Ady Kusanto

Menuangkan ide dan pengalaman dalam bentuk tulisan adalah hal yang menyenangkan

Post a Comment

Komentar anda sangat kami butuhkan demi berkembangnya blog atau website ini. Silahkan berkomentar di kolom yang telah di sediakan. Terima kasih sudah berkunjung.

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال