Salah satu brand smartphone ternama asal China, Huawei baru saja merilis produk terbarunya yaitu Huawei P50 Pro. Ini adalah smartphone pertama yang menggunakan Harmony OS versi resmi buatan Huawei sendiri.
Cukup menarik sih hadir dengan OS baru, tapi sayangnya Harmony OS 2.O ini secara tampilan antarmuka ternyata masih sangat mirip dengan Android, hanya ada beberapa tambahan animasi saja yang membuatnya menjadi sedikit berbeda.
Kenapa HarmonyOS tidak dibuat berbeda saja ya dengan Android biar punya identitas sendiiri? Seperti IOS dan Windows yang punya karakternya masing-masing.
Mungkin selama ini pengguna smartphone Huawei sudah terbiasa dengan tampilan Android kali ya, jadi pihak Huawei sengaja membuat tampilan OS nya mirip dengan Android agar penggunanya bisa dengan mudah beradaptasi dengan OS barunya ini.
Tapi semoga saja kedapannya nanti HarmonyOS punya karakter tampilannya sendiri.
Selain OS yang baru, tentu saja Huawei P50 Pro ini hadir dengan fitur-fitur baru yang tak kalah menarik, salah satunya ada pada bagian kameranya.
Hadir dengan desain kamera yang sangat mencolok bermodelkan sepasang mata besar yang seolah menekankan bahwa ponsel ini punya kamera yang luar biasa.
Benar saja, Huawei P50 Pro ini hadir dengan lensa kamera buatan LEICA, salah satu perusahaan optic ternama di dunia.
Ada empat buah kamera dibagian belakang ponsel ini yang terdiri dari 50MP kamera utama yang dilengkapi dengan OIS, ditambah 64MP lensa priscope tetephoto 3,5x optical zoom dan dilengkapi dengan 0IS juga, 13MP kamera ultrawide, dan 40MP kamera Black & White (B/W). Dan untuk kamera selfie juga cukup menarik dengan lensa beresolusi 13MP yang sudah ada fitur Auto Focus (AF).
Untuk perekaman video, kamera utamanya mampu merekan di resolusi maksimal 4K 30/60FPS, sedangkan kamera depannya maksimal di resolusi 4K 30FPS.
Dan untuk urusan dapur pacunya Huawei P50 Pro ini ditenagai dengan chipset Kirin 9000 yang berfabrikasi 5 nanometer yang dipadukan dengan memori internal berkapasitas 12GB RAM ditambah 512GB internal Storage.
Oh ya, sebenarnya ada dua versi chipset yang digunakan pada ponsel ini, yaitu Kirin 9000 dan ada juga yang pakai chipset Snapdragon 888.
Tapi yang kita bahas sekarang ini adalah Huawei P50 Pro yang menggunakan chipset Kirin 9000. Soalnya kami belum mendapatkan informasi kapan yang versi snapdragon akan dirilis secara resmi.
Ini adalah chipset flagship Huawei tahun lalu ya, Secara performa ponsel Ini masih sangat bisa diandalkan dengan skor antutu benchmark mencapai 740.000+. Game-game populer saat ini seperti PUBGm, CODM, hingga Genshin Impact masih bisa dilibas oleh Huawei P50 Pro ini dengan lancar.
Untuk fitur dan konektivitasnya ponsel ini sudah cukup lengkap, ada NFC, wifi 6, bluetooth 5.2, Infrared, USB Type-C, dan juga dilengkapi dengan fitur IP68 water resistant.
Dan untuk urusan daya, Huawei P50 Pro ini dibekali dengan baterai berkapasitas 4300 mah yang didukung dengan teknologi pengisian daya cepat 66W fast charging dan 50W fast wireless charging.
Terakhir, untuk bagian display ponsel ini memiliki layar berpanel OLED dengan refresh rate 120Hz. Ukuran layarnya adalah 6,6 inci bertipe Curved (layar melengkung di bagian sisi), dan resolusinya 1228 x 2700 pixels, dengan kerapatan pixel mencapai~450 PPI density.
Bagian layarnya ini juga sudah dilapisi dengan proteksi kaca pelindung, tapi tidak disebutkan secara spesifik jenis kaca apa yang digunakan pada layarnya ini.
Harga Huawei P50 Pro
Di negara China sana Smartphone flagship Huawei P50 Pro ini dibanderol dengan harga mulai dari 5988 Yuan atau sekitar Rp 13,4 jutaan untuk varian RAM 8GB plus Storage 256GB.
Sedang untuk varian RAM 12GB plus internal Storage 512GB dibanderol dengan harga 7488 Yuan atau sekitar Rp 16,7 jutaan.
Oh ya, Sebelum anda memutuskan untuk membeli Huawei P50 Pro ini ada beberapa hal yang mungkin perlu anda pertimbangkan, yaitu yang pertama smartphone ini belum mendukung jaringan 5G, dan yang kedua tentu saja ponsel Huawei ini tidak ada Layanan Seluler Google (GMS).
Kalau soal tidak adanya GMS (layanan Seluler Google) ini mungkin para pengguna Huawei saat ini sudah banyak yang paham cara mendapatkan layan Google dengan cara lain.
Tapi kalau masalah jaringan yang belum mendukung 5G ini mungkin akan menjadi pertimbangan yang cukup berat, apalagi saat ini jaringan 5G sudah mulai meluas di wilayah Indonesia.

