Seperti yang kita tahu bahwa Xiaomi baru saja meluncurkan varian baru dari Mi 11 Series pada 15 Juni 2021, yaitu ada Mi 11 Lite dan Mi 11 Ultra.
Nah, kali ini kami ingin membahas mengenai Mi 11 Lite. Bukan review, tapi ingin membahas tentang penjualannya yang terlihat kurang laku di pasaran. Ada apa sebenarnya?
Kalau kita perhatikan pada penjualan perdana hingga sampai tulisan ini dibuat, penjualannya di Market Place seperti shopee tampak sepi hanya terjual ratusan unit saja, ini sangat berbanding terbalik dengan seri Redmi Note 10 Series yang penjualannya laku keras.
Jika dilihat dari tampilan dan spesifikasinya, sebenarnya Mi 11 Lite ini terbilang cukup menarik untuk smartphone harga Rp 3 jutaan, tapi tetap kurang laku. Apakah ada kesalahan strategi yang dilakukan oleh Xiaomi atau alasan lain?
Yuk mari kita bahas sama-sama...!
Berikut beberapa kemungkinan penyebab Xiaomi Mi 11 Lite kurang laku di pasar Indonesia
Setelah kami amati dan telaah lebih dalam, setidaknya kami menemukan 3 kemungkinan yang menyebabkan penjualan Mi 11 Lite di Indonesia tidak seheboh Redmi Note 10 Series.
1. Spesifikasi terlalu mirip dengan Redmi Note 10 Pro
Jika dibandingkan dengan seri Redmi Note 10 Pro, maka Mi 11 Lite ini memiliki spesifikasi yang tidak jauh berbeda. Terutama pada chipset yang digunakan masih menggunakan Snapdragon 732G yang juga digunakan oleh Redmi Note 10 Pro.
Chipset ini sebenarnya tidak jelek, bahkan untuk handphone di harga 3 jutaan Snapdragon 732G ini sebenarnya sangat worth it, hanya saja mungkin pengguna atau para Mi Fans sudah mulai jenuh dengan spesikasi seperti ini.
Apalagi kan hype nya Redmi Note 10 series trennya sudah mulai menurun, jadi pas disajikan dengan sesuatu yang mirip jelas saja mereka para pengguna merasa biasa saja.
2. Belum 5G
Belum support jaringan 5G juga menjadi salah satu alasan kenapa sebagian para pengguna tidak tertarik dengan Mi 11 Lite ini. Ya, seperti yang kita tahu bahwa saat ini Indonesia sedang dalam tahap awal pengerjaan proyek teknologi 5G yang telah lama dinantikan oleh masyarakat di Indonesia.
Meskipun masih tahap awal dan masih membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 tahun kedepan untuk bisa merasakan jaringan 5G secara merata di wilayah Indonesia, ternyata hype 5G di tengah masyarakat cukup tinggi. Kebanyakan pengguna saat ini sudah mulai melirik smartphone dengan jaringan 5G, dan mulai menganggap smartphone 4G sudah kurang menarik.
Kemungkinan dengan alasan inilah kenapa Mi 11 Lite kurang diminati, andai saja yang masuk ke Indonesia adalah versi 5G mungkin akan berbeda situasinya.
3. Momentum yang kurang tepat
Jika saja Mi 11 Lite ini launching sebelum ada Redmi Note 10 Pro dan juga sebelum Hype tentang jaringan 5G di Indonesia sedang tinggi-tingginya, kemungkinan besar akan lain ceritanya.
Apalagi ini adalah smartphone seri Mi yang notabenenya adalah produk prioritas utama dari Xiaomi, maka jika momentumnya tepat saya yakin smartphone ini akan pasti laris di pasaran.
Tapi sayangnya, Xiaomi meluncurkan Mi 11 Lite ini di waktu yang kurang tepat saja sih, sehingga yang sebenarnya produk tersebut bagus jadi terkesan biasa saja di mata para penggunanya.
Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah ada pendapat lain? Yuk share di kolom komentar ya...!
