Xiaomi tancap gas terus nih, sehari setelah perilisan Redmi Note 10S di Indonesia mereka kembali merilis Poco M3 Pro 5G di pasar global pada 19 Mei 2021, yang kemungkinannya tidak lama lagi juga akan segera rilis di Indonesia karena seri ini sudah terdaftar di TKDN.
Sebelumnya kami pernah membahas tentang smartphone terbaru Xiaomi ini sebelum rilis secara resmi. Awalnya kami mengira Poco M3 Pro ini adalah varian Redmi Note 10 series yang direbranding menjadi Poco, ternyata kami salah. Dan hape ini adalah konsep baru sebagai penerus seri Poco M3.
Perangkat ini hadir dengan desain yang masih identik dengan seri pendahulunya, terutama pilihan warnanya yang khas banget, ada warna Poco Yellow, Power Black, dan Cool Blue.
Berikut Spesifikasi Poco M3 Pro 5G
Untuk desain kameranya terlihat berbeda dari sebelumnya. Jika di Poco M3 menggunakan desain kamera yang tampak besar dan melebar kesamping, kali ini di versi Pro ini tampak lebih minimalis dengan konsep desain yang memanjang kebawah dengan tetap menambahkan tulisan poco di dalamnya.
Desain kamera di Poco M3 Pro ini menurut saya pribadi lebih keren dari seri sebelumnya, dan kemungkinan besar orang lebih banyak yang menyukai design sepertinya ini.
Sekarang kita lanjut ke ukuran dan bobotnya. Smartphone ini memiliki body berbahan polycarbonate dengan dimensi 161.8 x 75.3 x 8.9 mm dan memiliki bobot seberat 190 gram.
Termasuk smartphone dengan ukuran yang cukup bongsor sih, tapi sedikit lebih baik dengan body yang lebih tipis dari seri pendahulunya.
Untuk bagian display, Poco M3 Pro 5G ini dibekali dengan layar IPS LCD berukuran 6,5 inci dengan resolusi FHD+ (1080 x 2400 pixels), aspek rasio layar ada di 20:9 dengan kerapatan pixel mencapai ~405 ppi density.
Selain itu layar hape ini juga mendukung refresh rate yang cukup tinggi hingga 90Hz yang berfungsi untuk menghasilkan tampilan antar muka yang lebih smooth.
Lanjut ke sektor kamera, Smartphone ini dibekali dengan 3 buah kamera dibagian belakang yang terdiri dari 48MP kamera utama dengan bukaan lensa F/1.8, ditambah 2MP lensa macro, dan 2MP depth senror. Sedangkan dibagian depan terdapat 1 buah kamera selfie berukuran 8MP.
Untuk perekaman video kamera utamanya bisa merekam hingga di resolusi 4K@30fps, dan untuk kamera depan maksimal di 1080p@30fps.
Sekarang kita lanjut ke bagian performa. Smartphone ini dibekali dengan chipset MediaTek Dimensity 700 5G dengan sistem fabrikasi 7nm, dipadukan dengan memori internal sebesar 4/64GB dan atau 6/128GB untuk varian tertinggi.
Sistem operasi yang dipakai adalah Android 11 dengan antar muka MIUI 12.
Jika dibandingkan dengan seri pendahulunya, performa yang ditawakan di versi Pro ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari Snapdrgon 662 ke Dimensity 700. Selain performanya, tentu saja kecepatan internetnya juga meninggat karena sudah mendukung 5G. Namun sayangnya, di Indonesia masih belum bisa menikmati jaringan super cepat ini.
Berikutnya untuk keperluan penggunaan harian handphone ini sudah dibekali dengan baterai yang cukup besar, berkapasitas 5000 mAh dan didukung dengan pengisian daya 18W fast charging.
Kapasitas baterai sebesar ini saya rasa sudah sangat cukup untuk kebutuhan pemakaian sehari-hari, ditambah lagi dengan chipset yang digunakannya memiliki kemampuan konsumsi daya yang lebih efisien.
Fitur-fitur lainnya juga masih terbilang lengkap di handphone ini, seperti NFC, Audio Jack 3.5 mm, Bluetooth 5.1, FM Radio, USB TYPE-C, GPS, IR Blaster.
Harga Poco M3 Pro 5G
Di saat acara launchingnya kemarin, harga smartphone ini juga sudah diumumkan, dibandrol mulai dari 178 EURO atau sekitar Rp 3,1 jutaan untuk varian memori 4/64Gb, dan 199 EURO atau sekitar Rp 3,4 jutaan untuk varian memori 6/128GB.
Selisih harganya lumayan jauh sih dari seri Poco M3 reguler yang dibandrol di harga 1,8 juta rupiah. Kemungkinan besarnya karena chipset yang digunakan di versi Pro ini adalah prosesor 5G dan juga performa yang ditawarkan jelas lebih kencang. Untuk selebihnya sih sepertinya tidak terlalu terlihat peningkatannya.
