Samsung Dikabarkan Bekerjasama dengan Olympus, Menguji Teknologi Sensor Shift seperti iPhone

Samsung menguji teknologi sensor shift dari Olympus

Belakangan ini ramai brand-brand smartphone melakukan kerjasama dengan perusahaan optic kamera, seperti salah satu contohnya brand Vivo yang bekerjasama dengan Zeiss.

Tujuannya tentu saja untuk memberikan kualitas kamera smartphone yang lebih baik dan memberikan pengalaman baru bagi penggunanya. 

Hal ini terbukti mampu menarik perhatian pengguna untuk mencoba atau sekedar menyaksikan hasil kualitas kamera dari hasil kolaborasi tersebut.

Disisi lain, Samsung sepertinya tidak mau ketinggalan. Dikutip dari @ceotech.it, Samsung dikabarkan sedang melakukan kerjasama dengan Olympus, salah satu perusahaan teknologi asal Jepang yang bergerak di bidang optik kamera. Untuk menguji teknologi sensor shift seperti iPhone.

Laporan terpisah dari IceUniverse menguatkan laporan tersebut, mengatakan bahwa laporan tersebut memang akurat. Olympus dilaporkan menjadi pihak pertama yang memicu diskusi, dan apa pun yang dikatakan perusahaan kamera itu telah menarik minat Samsung.

Sementara itu, Galaxy Clube dapat menjelaskan hasil potensial dari kemitraan tersebut. Rupanya, Samsung sedang mempertimbangkan untuk menambahkan teknologi sensor-shift image stabilization ke perangkat Galaxy di masa mendatang, yang kemungkinan adalah Galaxy S22 Ultra. Tak tanggung-tanggung lensa kamera yang bakal digunakan beresolusi 200MP.

Sensor-shift ini adalah sesuatu yang diperkenalkan Olympus ke sejumlah kamera mirroless. Teknik ini memungkinkan kamera untuk memindahkan sensor gambarnya secara independen dari perangkat lainnya. Mengurangi getaran dan menghasilkan gambar yang lebih tajam tanpa goyangan.

Apple termasuk yang pertama memperkenalkan teknologi sensor-shift image stabilization ini ke iPhone 12 Pro Max tahun lalu, dan perusahaan tersebut dilaporkan bersiap untuk memperkenalkan sistem kamera yang sama ke seluruh jajaran iPhone 13 tahun ini. 

Perangkat Apple menawarkan apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai "standar emas" dalam pencitraan seluler, jadi tidak mengherankan jika perusahaan lain ingin menghadirkan teknologi sensor-shift ke jajaran ponsel mereka.

Meskipun seri Samsung Galaxy S21 membanggakan beberapa fitur kamera yang mengesankan, seperti fitur OIS dan juga termasuk 10x optical zoom. Tapi Samsung tentu bisa mendapatkan keuntungan dari beberapa hadrware baru, dan pengenalan teknologi sensor-shift di perangkat Galaxy di masa depan pasti akan membantu membawa Samsung ke level lain.

Jika kerjasama tersebut benar-benar terealisasi akan sangat menarik. Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari kedua belah pihak tersebut.

Ady Kusanto

Menuangkan ide dan pengalaman dalam bentuk tulisan adalah hal yang menyenangkan

Post a Comment

Komentar anda sangat kami butuhkan demi berkembangnya blog atau website ini. Silahkan berkomentar di kolom yang telah di sediakan. Terima kasih sudah berkunjung.

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال